Pentingnya Berfikir Fleksibel di Segala Keadaan


Home » Blog » Pentingnya Berfikir Fleksibel di Segala Keadaan

Hidup diera moderen seperti saat ini, terkadang memaksa kita untuk serba fleksibel dengan berbagai peluang yang ada. Di era moderen ini, kita seolah diajak menuju ke jaman dimana berbagai peluang besar hanya terdapat dari sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Dengan berbagai kemajuan yang terjadi disekitar kita, terkadang meminta kita untuk berfikir fleksibel, agar tidak ketinggalan peluang baru. Munculnya peluang baru disatu sisi juga memaksa kita untuk mempelajari kemampuan yang baru pula. Dalam mepelejarai kemampuan baru tersebutlah kadang sering muncul pesimisme dalam diri kita.

Baca juga : Apa itu Dunning Krugger Effect

berfikir fleksibel

Alasan Kenapa kita Harus Berfikir Fleksibel

Era modern yang penuh dengan kesibukan dan materialisme, kita sering melihat pengaruh teknologi dengan cepat dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan kita. Hadirnya AI sedikit banyak mungkin dapat membantu kita menyelesaikan tugas-tugas tertentu dengan cepat. AI juga membantu kita menjadi lebih produktif, namun disatu sisi hal itu juga membawa tanda tanya besar “Apakah profesi kita akan tergantikan oleh AI?.”

AI atau artificial intelligence merupakan salah satu bukti kemajuan jaman, dari kemajuan tersebut tentu membawa manfaat baik tetapi juga buruk. Manfaat baik adalah ketika kita bisa memanfaatkan AI dan bisa melihat peluang yang dapat dihasilkan dari AI. Berbeda ketika kita tidak dapat mengaktualisasikan diri dengan AI dan pekerjaan kita tergantikan oleh AI, maka itu menjadi efek buruknya. Dari sinilah perjalanan kita untuk memahami pentingnya berfikir fleksibel dimulai.

Mungkin beberapa dari kita merasakan datangnya covid-19 ditahun 2019 membawa dampak yang luar biasa untuk kita. Efek yang disebabkan covid bisa dibilang merupakan efek berskala global, karena banyak negara-negara besar di dunia merasakan dampaknya. Untuk mereka yang berfikir fleksibel tentu tidak akan pasrah dengan keadaan, mereka akan berfikir apa peluang dibaliknya.

Efek masive dari covid salah satunya ialah merubah sistem market place, dari yang sebelumnya pembeli harus datang ke toko atau ke tempat-tempat seperti mall untuk membeli sesuatu, kini menjadi serba online. Dari yang sebelumnya transaksi atau layanan dilakukan secara langsung, kini banyak dari instansi dan penyedia layanan memberikan layanannya secara online atau virtual.

Fenomena berubahnya sebuah sistem pelayanan seperti fenomena diatas tentu agar penyedia layanan dan instansi tidak kehilangan pelanggannya. Perubahan tersebut juga ditujukan agar layanan dan tempat usahanya tetap relevan dengan berbagai kondisi yang ada. Fleksibilitas tidak hanya membantu kita untuk relevan dengan berbagai kondisi yang ada, tetapi juga agar kita bertahan dalam berbagai tekanan yang ada.

Baca juga : Apa itu mindfulness dan manfaatnya untuk kemajuan kita

Cara Melatih Diri Kita Agar Fleksibel dalam Berbagai Keadaan

berfikir fleksibel

Dalam hidup ini, keadaan selalu berubah, berakhirnya pola lama, tentunya akan membawa ke perubahan yang baru. Agar tetap bertahan dan selaras dengan berbagai perubahan, tentunya kita harus fleksibel dan faktual dengan berbagai keadaan yang ada di hidup kita. Epistimologi dari fleksible atau fleksibel adalah sebuah kemampuan untuk menyesuaikan diri diberbagai situasi yang berbeda-beda.

Jika kita melihat esensi fleksibilitas adalah sebuah kemampuan dalam penyesuaian diri, maka fleksibilias seseorang dapat kita bentuk. Berikut ini adalah apa saja, yang harus kita miliki untuk membentuk sebuah fleksibilitas dalam diri kita dalam menghadapi berbagai keadaan yang terjadi dalam hidup kita.

Steve Jobs sebagai salah satu icons dan orang yang sangat berjasa dalam perkembangan komputer pernah berkata.

 

“Tidak ada yang dapat menolong diri kita kecuali diri kita sendiri. Oleh sebab itu tolonglah diri kita sendiri terlebih dahulu.”

Steve Jobs – Pirates of The Silicon Valley

Dari yang disampaikan Steve Jobs kita menyimpulkan tidak ada yang lebih bisa menolong diri kita kecuali diri kita sendiri. Oleh sebab itu kalau bukan kita yang memulai maka tidak ada orang lain lagi.

Baca juga : High Value Woman dalam perspektif pria

1. Keingingan kuat untuk mempelajari hal baru

Hal pertama, adalah perlunya memiliki kemauan yang besar untuk mempelajari sesuatu. Perubahan baru tentunya membutuhkan pengetahuan yang baru pula, oleh sebab itu jangan malu untuk menjadi seorang pemula dalam mempelajari sesuatu yang baru. Karena seorang yang expert dalam bidang apapun, pastinya pernah menjadi seorang pemula. Jadi beranikan diri untuk mencoba.

2. Meningkatkan Kesadaran Diri

Kita juga harus memahami diri dan Kenali kekuatan yang kita miliki, kita harus tahu kelemahan, nilai-nilai, dan kebutuhan kita. Meningkatkan kesadaran diri juga, menerima diri kita apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihan kita miliki. Kesadaran diri juga berawal dari mengenali dan mepelajari cara mengelola emosi kita dengan baik. Dengan kesadaran diri yang kita miliki, akan membantu kita untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.

3. Berlatih Adaptasi

Hal yang paling penting dalam melatif fleksibilitas adalah penerimaan. Perubahan adalah bagian dari kehidupan dengan menerima perubahan yang terjadi, alih-alih akan dwon dengan perubahan yang terjadi, dengan menerimanya kita akan fokus mencari solusi kreatif serta menghadapi tantangan dengan solusi kreatif dan inovatif. Sebagai manusia kita selalu belajar dari pengalaman, dengan ini gunakan pengalaman masa lalu untuk belajar dan berkembang.

4. Memperkuat Ketahanan

Ketika perubahan yang terjadi dirasa berat, kita dapat membangun sikap positif dengan percaya terhadap kemampuan yang kita miliki untuk mengatasi kesulitan. Selain itu menciptakan rasa syukur serta menghargai hal-hal positif dalam hidup kita, dapat membuat perasaan kita menjadi lebih baik. Selain itu kita juga dapat mencari dukungan dari orang-orang terdekat juga serta membangun sebuah jaringan.

5. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan terbaik dalam fleksibilitas adalah mengkomunikasikan kebutuhan, sampaikan kebutuhan Anda dengan jelas dan tegas. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik bukan hanya sebatas menyampikan, akan tetapi juga menjadi pendengan yang baik. Mendengarkan dengan terbuka dan dengarkan orang lain dengan penuh perhatian akan membantu menyelesaikan konflik dengan konstruktif.

6. Hadapi rasa takut 

Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk mencoba hal baru. Pikiran kita adalah milik kita, rasa takut adalah reaksi dari apa yang ada dipikiran kita, pikirkan tentang skenario terbaik yang dapat terjadi dalam hidup kita. Evaluasi setiap kemungkinan buruk yang terjadi dan cari tahu alternatife apa yang dapat kita ciptakan.

7. Berlatih mindfulness 

Mindfulness dapat membantu Anda untuk lebih fokus dan hadir di saat ini. Dengan mindfulness kita dapat menaruf 100% fokus yang kita miliki untuk menghadapi situasi yang kita hadapi saat ini.

8. Berlatih Bersabarlah: 

Melatih fleksibilitas dan ketahanan membutuhkan waktu dan latihan. Fleksibilitas adalah proses berkelanjutan dan sebuah hal yang sangat berharga. Dedikasikan kesabaran untuk hal berharga yang tidak dimiliki oleh orang lain, hal ini akan membantu Anda dikemudian hari.

Itu adalah beberapa hal yang dapat kita bangun dalam diri kita untuk menciptakan Fleksibilatas dalam hidup kita. Fleksibilitas tentunya merupakan aset berharga jika dapat kita miliki, sehingga kita dapat menghadapi berbagai tantangan yang datang ke dalam hidup kita.

Follow our social media :

Author : Mahesri