Cara Memelihara Kebahagiaan Agar Hidup Lebih Sejahtera


Home » Blog » Cara Memelihara Kebahagiaan Agar Hidup Lebih Sejahtera

Memelihara kebahagiaan adalah praktik yang teruji secara psikologis dapat membantu meningkatkan kesejahteraan seseorang. Penelitian yang dilakukan Ed Diener seorang psikolog ternama dari Amerika Serikat ditahun 2003 mengungkapkan. Rasa bahagia erat kaitannya dengan berbagai hasil positif, seperti kesehatan fisik yang lebih baik, hubungan sosial yang lebih kuat, dan pekerjaan yang lebih menggairahkan.

Ketika kita berbicara tentang kebahagiaan, mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah kebahagiaan, ketika kita mendapatkan sesuatu dalam kehidupan ini. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun kita juga tidak bisa membenarkan anggapan tersebut sepenuhnya.

Baca juga : Pentingnya menerima kelemahan diri untuk tumbuh lebih kuat lagi

memelihara kebahagiaan

Ketika kita berbicara tentang kebahagiaan, rasa bahagia tidak pernah lapas dari yang namanya kesadaran. Ketika kita menyadari suatu hal yang dapat membawa manfaat yang besar untuk kita, secara naluriah kita akan bahagia. Tetapi ketika kita mendapatkan suatu hal yang membawa manfaat buruk, disitulah kita akan merasa kecewa dan menyebutnya suatu masalah. Inilah subtansi dari hal-hal yang datang kedalam hidup kita dan naluriah kita sebagai manusia, memaknai hal-hal tersebut.

Baca juga : Resilensi dalam ilmu psikologi dan manfaatnya

Kesadaran dan pemaknaan inilah yang penting untuk kita perhatikan, ketika kita mampu mengenali esensi dari rasa bahagia dan kekecewaan, kita akan lebih mudah untuk memelihara kebahagiaan.

“Kebahagiaan yang sejati datang dari dalam, bukan dari luar.” – Dalai Lama

Memelihara Kebahagiaan Ala Stoikisme

Konsep kebahagiaan dalam ajaran Stoikisme juga menekankan tentang pentingnya menciptakan kebahagiaan sejati yang muncul dalam sanubari kita. Alih-alih terfokus dengan bahagia yang diakibatkan dengan hal-hal diluar diri seperti hadiah dan pencapian. Dalam Stoikisme, kita lebih disarankan untuk fokus terhadap kebahagiaan yang kita ciptakan dalam diri yang sejati.

Apa Itu Stoikisme?

Stoikisme adalah sebuah ilmu filsafat dari jaman Yunani Kuno yang didirikan oleh Zeno dari Citium pada awal abad 3-SM. Stoikisme dapat dibilang merupakan salah satu ilmu filsafat pertama yang memiliki sifat universal, karena para filsuf sebelumnya selalu memandang Yunani sebagai bangsa dengan peradaban tertinggi.

Menurut filosofi stoikisme, semua hal dalam hidup bersifat netral, tidak ada yang baik dan tidak ada yang buruk. Hal-hal yang menjadikan baik atau buruknya suatu hal adalah interpretasi kita terhadap hal tersebut. Para filsuf stoik menganggap bahwa kebahagiaan itu tidak seharusnya dikejar, dan diharuskan lebih fokus untuk mengurangi emosi negatif yang dimiliki, sehingga dapat lebih mampu untuk mengendalikan perilaku dalam menghadapi emosi tersebut.

Baca juga : Duning Krugger Effects dalam pergaulan

Menurut konsep stoikisme, untuk menuju hidup bahagia didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu memiliki kemampuan untuk melihat diri sendiri dan manusia lain secara objektif, mencegah diri sendiri agar tidak dikendalikan oleh rasa ingin bahagia atau takut terhadap rasa sakit dan penderitaan, serta membuat perbedaan antara kekuatan yang ada dan tidak ada. Dapat kita simpulkan, bahwa dari konsep ini, kita tidak bisa mengendalikan apapun yang terjadi dari luar diri, dan kita sebaiknya fokus untuk mengendalikan yang bisa kita kendalikan.

Memelihara Kebahagiaan

Cara Membentuk Pola Pikir Stoikisme Untuk Menumbuhkan Kebahagiaan

1. Membedakan Hal yang Bisa Diubah dan Yang Tidak Bisa Diubah

Dalam stoikisme kita tidak bisa mengendalikan hal yang terjadi di luar kendali dan mengendalikan yang bisa dikendalikan. Daripada memikirkan hal-hal yang tidak bisa dicapai, sebaiknya memikirkan hal yang dimiliki sekarang dan mensyukurinya.

2. Membiasakan Diri Untuk Menulis Jurnal

Dengan menyusun jurnal harian, maka kita bisa membekali diri dengan kejadian di masa lampau dan menjadi lebih baik serta belajar dari riwayat yang kita tuliskan. Jurnalnya bisa diisi dengan hal seperti pengalaman pribadi, kata-kata, maupun mengutip kata-kata bijaksana.

3. Mempersiapkan Diri dan Siap Dalam Menghadapi Masalah

Hidup tidak selalu bahagia dan pasti akan ada momen di mana akan ada saatnya mengalami rasa terpuruk atau terjatuh. Dalam ilmu stoikisme pun harus siap dengan pandangan bahwa hidup tidak mungkin akan selalu menyenangkan dan nyaman.

Banyak momen buruk yang mungkin akan menghampiri kita, maka dari itu berusahalah mempersiapkan diri untuk menghadapi momen tersebut, dan membiasakan diri untuk tetap kuat dalam menghadapi skenario terburuk yang bisa terjadi.

Baca juga : Apa itu mindfullness dan kaitannya dengan kebahagiaan kita

4. Setiap Hal Buruk yang Hadir Merupakan Sumber Kebahagiaan

Hidup akan terasa sulit jika kita hanya berfokus kepada kesulitannya saja. Untuk itu, daripada memikirkan hal yang buruk, alangkah baiknya jika kita lebih banyak memikirkan tentang hal baik. Dalam konsep stoikisme, kebahagiaan tidak datang sendiri, namun harus diciptakan. Jadi, ada baiknya lebih banyak memikirkan hal yang membahagiakan yang bisa kita ciptakan.

5. Kita Semua Hanya Butiran Kecil di Alam Semesta

Inti dari konsep stoikisme adalah sederhana, yaitu kita semua hanya makhluk yang sangat kecil di alam semesta ini. Begitu pula hal-hal negatif yang kita hadapi, semuanya seperti butiran kecil. Jadi, kenapa tidak mengganti hal-hal negatif itu menjadi hal-hal lebih baik yang akan membawa kebahagiaan untuk diri kita sendiri.

Baca juga : Bernai bersaing dengan membangun kepercayaan diri

Ketika kita mampu menciptakan kebahagiaan dalam berbagai keadaan, kita secara tidak langsung akan menciptakan pola pikir positif. Pola pikir positif berfungsi sebagai landasan kehidupan yang bahagia atau kesejahteraan. Dengan berfokus pada aspek positif dari setiap situasi, kita membangun ketahanan, menumbuhkan perspektif yang optimistis, dan meningkatkan kebahagiaan kita secara keseluruhan. Berikut ini adalah prospek yang bisa kita wujudkan ketika kita memiliki kehidupan yang membahagiakan.

1. Terhindar Dari Stress

Ketika kita memiliki pondasi kebahagiaan yang kuat, kita tidak akan mudah mengalami stress. Alih-alih cemas dan panik dengan keadaan, dengan kebiasaan yang sudah kita bangun, kita akan cenderung berfikir terhadap alternatif dan berharap untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi.

2. Awet muda dan tidak mudah terserang penyakit

Dengan selalu memelihara kebahagiaan, kita juga akan awet muda dan tidak mudah terserang penyakit seperti darah tinggi dan stroke, kita tahu dua penyakit berbahaya ini timbul salah satunya karena stress, sehingga ketika kita fokus terhadap kebahagiaan kita, secara tidak langsung akan meminimalisir munculnya penyakit tersebut.

3. Hidup lebih bergairah dan penuh warna

Hidup lebih bergairah dan penuh makna adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati. Ketika kita menemukan tujuan dalam hidup, setiap hari terasa lebih berarti dan penuh dengan antusiasme. Kita bangun dengan semangat dan siap menghadapi tantangan karena kita tahu ada sesuatu yang lebih besar yang kita kejar. Menemukan makna dalam setiap tindakan, baik itu dalam pekerjaan, hobi, atau hubungan, membantu kita merasakan kebahagiaan yang lebih mendalam dan tahan lama.

Selain itu, menjalani hidup dengan gairah membuat kita lebih termotivasi dan fokus pada tujuan-tujuan kita. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita cintai dan benar-benar minati, kita cenderung merasa lebih puas dan terpenuhi. Ini bukan hanya tentang pencapaian besar, tetapi juga tentang menikmati proses dan perjalanan menuju tujuan tersebut. Dengan demikian, setiap langkah kecil menjadi lebih berarti dan memberikan kebahagiaan yang berkelanjutan.

Terakhir, hidup lebih bergairah dan penuh makna juga memperkuat hubungan kita dengan orang lain. Ketika kita menjalani hidup dengan kebahagiaan dan semangat, energi positif kita terpancar dan mempengaruhi orang-orang di sekitar kita. Hubungan yang sehat dan mendukung memberikan kita lebih banyak alasan untuk bersyukur dan merayakan hidup. Pada akhirnya, hidup yang penuh makna membantu kita memahami bahwa kebahagiaan bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang kita nikmati setiap harinya.

Follow our social media :

Author : Mahesri