SEJARAH 12 SHIO


Home » Blog » SEJARAH 12 SHIO

Sejarah 12 Shio menceritakan tentang asal usul terbentuknya 12 shio yang sudah ratusan tahun depecaya oleh masyarakat Tionghoa. Ke 12 Shio ini diawali dengan shio Tikus, kemudian di susul dengan Shio Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan di akhiri dengan Shio Babi. Setiap Shio dari 12 shio ini memiliki karakter, kekuarangan dan kelebihanya masing masing. Untuk karakter 12 Shio saya akan membahasnya dalam artikel yang lain.

Dalam tulisan Sejarah 12 Shio ini, saya akan menceritakan tentang bagaimana formasi 12 shio ini dapat terbentuk. Sebelumnya saya akan bertanya, apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar Naga adalah shio Anda ? mungkin, Anda akan merasa bangga, namun bagaimana jika Anda ternyata terlahir sebagai shio Tikus ? Apakah Anda akan merasa senang ?. Kebudayaan timur menganggap bahwa Naga adalah hewan yang suci dan agung, tak jarang banyak penduduk China pada masa itu mengahrapkan anak mereka lahir dengan shio Naga. Berbeda dengan literatur barat dimana seekor Naga begitu ditakuti atau menjadi ancaman untuk kehidupan mereka. Lalu bagaimana sih Naga dan Tikus bisa menjadi bagian dari Sejarah 12 Shio.

Baca Juga : Arti kartu tarot ace of wands

12 Hewan yang Terpilih Awal Sejarah 12 Shio

Sejarah 12 Shio dimulai pada zaman pertanian China kuno, legenda menyebutkan bahwa masyarakat pada zaman itu belum memiliki sistem kalender yang dapat membantu mereka memprediksi kapan panen akan dilakukan, maka seseorang dari penduduk desa memohon kepada Dewa Langit agar membuat sebuah kalender yang dapat membantu para petani mengetahui kapan padi mereka dapat dipanen.

Sejarah 12 Shio menceritakan, setelah Dewa Langit mendengar permohonan dari penduduk desa tersebut, Dewa Langit membuat sebuah sayembara, dimana ke-12 binatang yang dapat menyebrangi sungai maka ke-12 binatang tersebut akan menjadi simbol dari ke-12 shio.

Mendengar kabar tentang perlombaan tersebut para binatang dibumi menyambutnya dengan gembira, namun kabar tersebut justru membuat kucing yang manis sedih, dengan mengatakan “Gimana caranya aku ikut sayembara itu, sementara aku takut pada air”. Begitu juga dengan kerbau tua yang merasa tidak tertarik dengan kabar itu karena penglihatanya yang rabun, mendengar dua sahabatnya meratapi nasibnya masing-masing, tikus kecil yang cerdik memperhatikan kucing, akhirnya tikus kecil memiliki ide cemerlang “Aku tahu ! kita berdua bisa naik kepunggung kerbau untuk memandunya, dan ia bisa membawa kita menyebrangi sungai tanpa menjadi basah !”. Kucing menjawab “Cukup adil, lagi pula Kerbau pekerja keras” mereka bertiga setuju dengan rencana cemerlang tersebut.

Sampailah pada hari perlombaan yang akan menjadi puncak dari sejarah 12 shio, semua binatang antusias berada diposisinya masing-masing, pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit, Kerbau, Kucing dan Tikus perlahan-lahan menyebrangi sungai, meninggalkan hewan-hewan yang lain. Perasaan bahagia hinggap dalam diri Kucing lantaran ia akan menjadi salah satu simbol kalender shio.

Sampai dipertengahan sungai Tikus kecil yang penuh perhitungan akhirnya mendorong Kucing kedalam sungai, Kerbau yang pekerja keras dan tanpa rasa curiga sampai ditepian sungai, dan Tikus kecil meloncat dari punggungnya dan berlari kencang menuju garis finish meninggalkan si Kerbau, dengan ini tikus kecil dapat menempati urutan pertama dalam perlombaan tersebut. Di susul kerbau menempati urutan kedua.

Sejarah 12 Shio menceritakan urutan ketiga ditempati oleh Harimau, dengan tumbuh besarnya yang basah kuyup, Harimau sedih ketika mendapati dirinya berada diposisi ke (3). Sesaat kemudian tiba-tiba Kelinci yang mungil muncul dan menempati urutan ke (4). Yang menarik adalah Kelinci mungil ini bukanlah hewan yang bisa berenang, Namun berkat kecerdikannya Kelinci melompati tubuh binatang lain ketika mereka menyebrangi sungai.

Hingga menjelang siang muncul sebuah mendung yang membuat seluruh binatang yang masih berusaha menyebrangi sungai ketakutan, namun bukan hujan badai yang datang menghampiri mereka, melainkan Naga yang Agung datang dan memasuki garis finis, sang Naga terlambat kerena harus memberikan hujan diwilayah timur sehingga Naga mendapat urutan ke (5).

Setelah itu muncullah Kuda, Kambing, Monyet, Ayam dan Anjing yang muncul dari tepian sungai dan berusaha berlari menuju ke titik akhir perlombaan. Akan tetapi Tiba-tiba muncul Ular dari padang rumput dan berhasil menduduki urutan ke enam (6). Kuda hanya mendapat urutan ke tujuh (7).  Disisi lain Kambing, Monyet dan Ayam adalah binatang yang tidak bisa berenang, namun berkat kegigihan dan saling membantu mereka akhirnya mereka mencari sepotong kayu besar untuk dapat membantu mereka menyeberang sungai.

Dengan modal sepotong kayu dan saling membantu, akhirnya mereka bertiga mampu mencapai titik akhir perlombaan. Kambing menduduki urutan ke delapan (8), Monyet ke Sembilan (9) dan Ayam mendapatkan urutan ke sepuluh (10). Urutan sebelas (11) diduduki oleh si Anjing. Si Anjing sebenarnya dapat tiba lebih awal, tetapi karena sifatnya yang suka bermain, si Anjing akhirnya memilih untuk mandi dan bermain air dulu sebelum meyeberang sungai.

Binatang yang dapat melewati garis finish hingga perlombaan akan diakhiri muncul Babi yang penuh kehati-hatian berhasil menempati posisi 12, Seluruh Binatang diperlombaan dipenuhi rasa heran, lantaran urutan ke-12 berhasil diisi oleh Babi. Mereka beranggapan bahwa Babi merupakan binatang pemalas, hingga di garis akhir Babi yang kesulitan mengatur nafas akhirnya bersuara “Paduka Dewa Langit, apakah ada makanan disini ?” Seisi perlombaan pun dibuat tertawa oleh si Babi.

Awal mula permusuhan Tikus dan Kucing

Naas Kucing dengan basah kuyup melihat binatang lain bergembira akan keberhasilan menjadi simbol dari kalender, Kucing dengan mata berbinar bertannya kepada dewa langit “saya menempati urutan berapa ?” Dewa langit menjawab “Maaf Kucing manis, kamu tidak masuk, karena perlombaan sudah berakhir” kucing pun dipenuhi amarah sambil melirik si Tikus. dan berkata “ini semua gara-gara Tikus, kalau saja kamu tidak mendorongku!”.

Tikus kecil yang khawatir kalau dirinya akan dicelakai Kucing berlindung dibelakang Dewa Langit. Sampai apa yang ia khawatirkannya terjadi. Kucing berusaha untuk mencakarnya namun, Dewa Langit mencegahnya. Sehingga Kucing berjanji, Ia akan memakan Tikus ketika melihatnya. Inilah awal mula perselisihan antara Tikus dan Kucing dan sejarah 12 shio.

Leave a Comment