MEMAKANAI LUKA BATIN


Home » Blog » MEMAKANAI LUKA BATIN

memaknai luka batin

Dalam artikel memaknai luka batin ini, saya akan membahas bagaimana cara memamknai sebuah luka batin, sehingga luka batin tidak menjadi sebuah halangan bagi kita semua untuk mendapatkan hidup yang lebih berkualitas di masa depan.


Luka batin adalah luka di dalam batin yang terjadi karena sebuah trauma atas kejadian kejadin buruk di masa lalu. Beberapa dari kalian mungkin pernah mengalami kejadian kejadian yang sangat menyakitkan dalam kehidupan di masa lalu. Kejadian tersebut terkadang membuat stres, tertekan, sedih atau bahkan bisa menjadi sebuah luka batin. Terkadang tidak semua orang menyadari bahwa dirnya memiliki luka batin yang mempengaruhi kehidupanya saat ini. Ketika luka batin tidak di selesaikan maka luka ini akan mempengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. Sehingga penting bagi seseorang untuk memanknai luka batin yang dimilikinya sehingga mampu mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Seorang Psikoanalis terkenal Sigmund Freud mengatakan kepribadian manusia dibagi menjadi tiga elemen, yaitu :

  1. ID
    Id adalah sistem kepribadian asli yang dibawa manusia sejak lahir. Id bersifat implusif dan dikendalikan oleh naluri. Id bekerja di bagian tidak sadar dan menggunakan prinsip kenikmatan. Prinsip kenimatan sendiri diproses dengan dua cara.

    a. Tindakan Refleks , tindakan refleks adalah sebuah reaksi otomatis yang di bawa sejak manusia lahir, seperti tindakan mengedipkan mata ketika mata mendapatkan stimulasi. Refleks ini adalah refleks otomatis yang segera dapat di lakukan.

    b. Proses Primer, proses primer adalah sebuah proses membanyangkan atau menghayalkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan atau stimulus konpleks. Seperti membayangankan sebuah makanan lezat ketika kita merasa lapar. Id tidak mamapu membedakan antara khayalan dan kenyataan. Id hanya mampu menghayal dan tidak bisa menjadikannya sebagai kenyataan yang benar benar memuaskan. Id tidak bisa membedakan benar salah, karena Id tidak mengenal moral.
  2. Ego
    Ego adalah sistem kepribadian yanga menganut prinsip realistik. Ego berkembang dari Id untuk membantu memenuhi kebutuhan Id dan menjadi penengah antara Id dan Super Ego. Ego bekerja dan memiliki dua tugas>

    a. Ego bekerja dengan memilih tugas untuk memilih stimululus mana yang akan di respon atau insting mana yang harus dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan.

    b. Ego menentukan kapan dan bagimana kebutuhan Id akan di puasakan. Penentuan waktu dan cara pemenuhan kebutuhan ini di sesuaikan dengan peluang dan pertimbangan resiko yang ada. Ego akan mencari waktu yang tepat dan resiko yang seminal mungkin unutuk memenuhi kebutuhan Id.
  3. Super Ego
    Super bekerja menggunakan prinsip Idealistik dan bertentangan dengan prisip kenikmatan dan realistik. Super Ego tidak memiliki stimulasi dan kontak dari luar sehingga memiliki tuntutan akan kesempurnaan dan menjadi tidak realistik. Super Ego mendapatkan energinya dari Ego dan membantu Ego tuganya. Super Ego memiliki dua prinsip dalam menjalankan tugasnya.

    a. Suara Hati
    suara hati lahir dari pengalaman seseorang ketika mendapatkan hukuman atas perbuatan atau prilaku yang kurang baik. Dan memberika pengajaran untuk tidak melakukan hal hal yang sebaiknya tidak di lakukan.

    b Ego ideal
    Ego ideal lahir dari pengalaman seseorang ketika mendapatkan hadiah atas perbuatan atau prilaku baik dan tepat. Ego ideal mengarahkan atau mengajarkan seseorang untuk melakukan hal hal yang sebaiknya dilakukan.

    Super Ego bersifat tidak rasional, menuntuk kesempurnaan dan menghukum dengan keras. Menjujung tinggi moralitas dan mengerjakan kesempurnaan.

Ketika kita mengalami sebuah kejadian yang menyakitkan atau membuat kita tidak nyaman, bagian dari diri kita yang bernama Id ini akan meresponya. sehingga memunculkan sikap sikap implusif seperti, marah, mengumpat, bertindak kasar, berteriak dan berbagai tindakan implusif lainya. Apakah respon dari Id ini dapat menyelesaikan masalah atau dapat menyembuhkan luka batin yang telah dimiliki selama bertahun tahun? Atau ada cara lain untuk memaknai luka batin menjadi sesutu yang lebih bermanfaat dan berguna untuk kehidupan kita.

Beberapa orang berpendapat bahwa salah satu jalan keluar yang baik adalah dengan melampiasakanseluruh perasaan tertekan, marah, emosi, stress dan kecewa ini dengan cara yang aman. misalnya menghentak hentakan kaki, berteriak, memukul bantal, dan kegiatan kegiatan katarsis lainya.

Brand Bushmand, seorang seorang profesor yang telah mendaptkan Nobel di bidang Psikologi dari American Psychological Association dan menjadi pengajar di University of Michigan dan  Iowa State University . melakukan sebuah penelitian yang melibatkan 600 orang mahasiswanya. Dalam penelitian tersebut, ternyata melampiaskan kemarahan dengan cara tersebut tidak membuat api kemarahan menjadi padam. Dalam tulisanya Brad Bhusman justru menyatakan bahwa tindakan tersebut justru dapat memicu kemarahan yang lebih besar.

untuk beberapa orang, mungkin tehnik kataris ini mampu menyelsaikan kemarahan, kesedihan, kekecewaan dan stres yang di hadapinya.

Sebetulnya menurut saya ada cara yang lebih baik untum memaknai luka batin atau kejadian kejadian yang kurang nyaman dan menyenangkan menjadi sesutu yang lebih berdaya guna dan bermanfaat dalam kehidupan kita.

Richard Wiseman adalah Profesor Pemahaman Publik tentang Psikologi di Universitas Hertfordshire Inggris, Menulis sebuah buku yang berjudul 59 Seconds: Think a Little, Change a Lot. Dalam buku tersebut Richard Wiseman menuliskan bahwa menemukan hikmat dari sebuah peristiwa negatif yang terjadi dalam kehidupan kita , justru akan lebih bermanfaat. Ketika kita fokus pada hal hal yang menguntungkan di balik sebuah peristiwa atau kejadian yang menyakitkan yang pernah dialami ternyata mampu mengatasi kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh peristiwa atau kejadian tersebut.

Percaya atau tidak, metode ini sangat ampuh
Saya sendiri menggunakan cara ini selama bertahun tahun
untuk memaknai luka batin yang saya miliki

Sebagai tambahan informasi, saya akan sedikit membahas tentang teori Paul D.Maclean. Menurutnya dalam perkembanganya otak manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

a. Otak Reptil
Otak reptil atau old brain adalah otak tertua yang miliki oleh manusia. Otak ini bekerja untuk mengatur kebutuhan dasar manusia yang di diskripsikan menjadi empat prilaku yaitu feeding, fighting, fleening, dan reproduction. Otak reptil ini juga memiliki fungsi sebagai pengendali fungsi tubuh otonom seperti detk jantung, regulasi suhu tubuh dan pernafasan paru paru.

Otak reptil sebagi otak tertua bisa dibilang memiliki sifat kebinatangan dan primitif. Otak reptil ini akan aktif ketika seseorang merasa takut, stress, terancam, marah atau ketika tubuh merasa lelah. Ketika otak reptil ini bekerja, seseorang tidak dapat berpikir secara jernih. insting lebih berperan sehingga mendorong seseorang untuk mengambil tindakan reflek

Beberapa prilaku yang menunjukan otak reptil sedang bekerja adalah agresifitas, obesisif, komplusif, dominasi, keserakahan, dan fanatisme.

b. Otak Mamalia
Otak mamalia atau sistem limbik. Sistem limbik terdiri dari amygdala, hippocampus, thalamus dan hypotalamus.sistem limbik memiliki fungsi sebagai pengendali emsoi, pengendali hormon, mengatur rasa haus dan lapar, kebutuhanseksualitas, metabolisme dan fiungsi kekebalan tubuh, rasa senang, dan memori jangaka panjang. Sehingga setiap orang yang mengalami kejadian emsional akan tersimpan dalam waktu yang cukup panjang.

Sistem limbik yang mengatur emosi juga berperan dalam kesehatan.seseorang dengan emosi yang kurang baik, stress misalnya akan lebih mudah terkena penyakit.

Sistem limbik menerima rangsangan dari kelima panca indra manusia. Lima indra yang meliputi sentuhan, perasa, penciuman,pendengaran dan penglihatan memberikan sinyal kepada sistem limbik yang kemudian di kirimkan kepada neokorteks untuk diolah, sehingga menghasilkan tindakan yang rasional.

Sistem limbik adalah pusat sentral pengendali dari keseluruhan otak. Maka sistem limbik harus bekerja dengan baik. Ketika sistem limbik tidak bekerja dengan baik, maka manusia akan di kendalikan oleh otak primitifnya yaitu otak kadal yang memunculkan insting kebinatanganya.

c. Neokorteks
Neokorteks atau otak berpikir terdiri dari neuron dan memiliki enam lapisan yang masing masing memiliki fungsi yang berbeda. lapisan lapisan dari Neokorteks ini merupakan bagian terbesar dari otak manusia dan menjadi inti dari otak manusia. Neokortekslah yang menjadikan manusia menjadi lebih manusiawi dan berbeda dari hewan.

Neokorteks memiliki kemampuan untuk memilih repson secara bijaksana, berbeda dengan otak kadal yang reaktif ketika merespon stiumulus yang di terima. Neokorteks yang berfungsi dengan benar akan membuat manusia menjadi lebih bijaksana dan memiliki kemampuan yang baik dalam penalaran dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Neokorteks memiliki empat lobus yang memiliki peran yang berbeda beda, yaitu: Lobus frontal yang berfungsi untuk melakukan proses penilaian, berpikir, perencanaan, memecahkan masalah dan menciptakan kreatifitas.
Lobus accipital yang berfungsi untuk memproses seluruh sensasi serta maknsa dan fungsi bahasa.
Lobus temporal yang berfunfsi untuk memproses bahasa, arti,mendengarkan dan memori.
Lobus occpitital yang berfungsi untuk pengelihatan.

Noekorteks membuat manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, menganalisa, mencipta, mendengar dan berbicara, sehingga manusia bisa menjadi mahluk paling cerdas di muka bumi ini.

Lalu apa hubungan teori Paul D.Maclean dengan cara saya memaknai luka batin. Saya sadar sebagai manusia kita memiliki keecerdasan yang lebih apabila dibandingkan dengan ciptaan Tuhan lainya di bumi ini, kesadaran kita akan kecerdasan tersebut membuat saya belajar bahwa manusia dapat menalar, berpikir, mencipta,intropeksi dan memilih respon apa yang akan diaambil, ketika dihadapkan pada suatu masalah atau kepahitan dalam hidup. Tentu saja respon yang dipilih bisa sangat beragam, Anda bisa memilih meresponya dengan otak primitif anda atau dengan Neokorteks yang membuat anda menjadi manusia yang bijaksana dan beradab. Saya lebih memilih menggunakan Neokorteks untuk memaknai luka batin yang saya miliki. Dan menjadikan luka batin tersebut sebagai pelajaran hidup yang memang harus saya lalui. Saya lebih berfokus pada sisi sisi atau manfaat positif dari luka batin yang saya miliki. Tanpa luka batin saya, mungkin saya tidak dapat memahami banyak hal. Tanpa luka batin saya saya mungkin tidak akan menjadi saya yang saat ini dapat menulis artikel ini. Banyak sekali manfaat dari luka batin ketika kita mampu memaknainya secara tepat.

“Setiap orang dan setiap kejadian yang hadir dalam kehidupan kita adalah Guru “







Leave a Comment