Komunikasi Damai Antar Individu


Home » Blog » Komunikasi Damai Antar Individu

Pernahkah Anda mengalami konflik dengan orang lain karena kesalah pahaman atau masalah komunikasi? Hal ini umumnya terjadi karena dalam proses komunikasi Anda dan lawan bicara tidak mencapai kesepakatan atau komunikasi tidak berjalan sebagai mana mestinya, sehingga penting bagi kita untuk mencoba menggunakan suatu pendekatan komunikasi yang baru yaitu Non Violent Communication (NVC). Selain itu, masalah dalam komunikasi bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.

Perbedaan pendapat, penyampaian yang kurang tepat, kesalahpahaman, penggunaan emosi yang berlebihan dalam menyampaikan pendapat dan masih banyak lagi. Hal yang sederhana dan cukup umum dilakukan bahkan dalam keseharian, tapi mempengaruhi keseluruhan hidup manusia adalah komunikasi.

Komunikasi merupakan hal yang esensial dalam kehidupan, karena hampir semua hal yang kita temui dalam kehidupan membutuhkan komunikasi dalam prosesnya. Semua ide dan hasil karya yang kita nikmati sekarang seperti teknologi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain adalah hasil dari komunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan, kita membutuhkan orang lain dan satu satunya cara agar kita dapat menyampaikan apa yang diinginkan dan terhubung dengan orang tersebut yaitu melalui komunikasi.

Untuk itu, seorang psikolog dan mediator Amerika Serikat bernama Marshall Rosenberg, mengembangkan pendekatan yang disebut komunikasi damai atau Non Violent Communication (NVC). Tujuannya agar kita dapat menyampaikan apa yang dirasakan dan dipikirkan dengan lebih baik tanpa memicu kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik.

Apa itu Non Violent Communication (NVC)?

Komunikasi damai NVC adalah keterampilan bahasa dan komunikasi yang mampu memperkuat hubungan antar manusia bahkan dalam situasi yang sulit. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dalam prakteknya NVC telah di gunakan selama berabad-abad. Tujuan dari komunikasi damai NVC yaitu untuk mengingatkan kita tentang apa yang sudah kita ketahui, tentang bagaimana manusia seharusnya berhubungan satu sama lain, dan membantu kita hidup dengan cara yang lebih baik serta mewujudkan pengetahuan secara konkret.

Hal ini membutuhkan interaksi dan komunikasi yang terbuka, jujur mengenai apa yang dipikirkan dan dirasakan, bebas dari keinginan menghakimi salah satu pihak, dan mengungkapkan segala sesuatu yang menganggu serta menghambat situasi atau kondisi yang dihadapi.

Komunikasi yang damai mengajarkan tentang bagaimana merangkai kembali cara kita mengekspresikan diri dan mendengarkan orang lain, ali-alih merespon dengan spontan dan biasa, kata-kata yang diungkapkan merupakan hasil dari kesadaran tentang apa yang kita persepsi, rasakan dan inginkan.

Penting untuk kita menerapkan komunikasi damai NVC dalam keseharian, karena hal ini akan membawa kedamaian dan menjauhi kita dari permusuhan. Untuk memahami komunikasi yang damai lebih dalam berikut komponen-komponen yang membentuk NVC.

Komponen dari Komunikasi Damai NVC

  1. Pengamatan adalah kemampuan untuk mengamati situasi dengan objektif dan menggambarkannya secara jelas, tanpa menambahkan penilaian pribadi. Hal ini penting untuk menciptakan pemahaman yang mendalam tentang apa yang terjadi.
  2. Perasaan merujuk pada kesadaran dan pengungkapan emosi kita secara jujur dan bertanggung jawab. Mengakui dan mengungkapkan perasaan kita dengan jelas membantu orang lain memahami apa yang sedang kita alami.
  3. Kebutuhan adalah aspek inti dari komunikasi damai NVC. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang mendasar, seperti rasa aman, penghargaan, koneksi, otonomi, dan lain-lain. Memahami kebutuhan kita sendiri dan kebutuhan orang lain membantu kita menjalin hubungan yang lebih bermakna.
  4. Permintaan adalah langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan kita. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang mendasar, seperti rasa aman, penghargaan, koneksi, otonomi, dan lain-lain. Memahami kebutuhan kita sendiri dan kebutuhan orang lain membantu kita menjalin hubungan yang lebih bermakna

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang memiliki ke-4 komponen dari komunikasi damai NVC, ketika berkomunikasi hendaknya kita mengamati situasi dan kondisi serta memperhatikan lawan bicara hingga mereka selesai, lalu mengungkapkan dengan jelas apa yang kita pikirkan dan rasakan mengenai hal tersebut, sampaikan tujuan serta jelaskan kepada lawan bicara apa yang kita inginkan dan harapkan darinya.

Untuk melatih kemampuan kita dalam berkomunikasi dan mencoba menerapkan serta mempelajari komunikasi damai NVC, kita harus mengetahui prinsip yang digunakan:

1. Empati

Prinsip utama dari komunikasi damai NVC adalah empati, yaitu kemampuan untuk memahami dan melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Dengan berempati, kita dapat menghubungkan diri dengan orang lain, mengakui perasaan dan kebutuhan mereka, serta menciptakan ruang yang aman untuk berkomunikasi.

2. Menghindari Penilaian Pribadi

Dalam komunikasi damai NVC, menghindari penilaian adalah prinsip penting lainnya. Penilaian dan kritik yang keras dapat merusak hubungan dan memicu konflik. Sebaliknya, NVC mengajarkan untuk menggantikan penilaian dengan pengamatan yang objektif dan deskriptif.

3. Bertanggung Jawab atas Perasaan Sendiri

Non Violent Communication mengajarkan pentingnya bertanggung jawab atas perasaan sendiri. Daripada menyalahkan orang lain atas perasaan yang kita alami, NVC mendorong kita untuk mengakui bahwa perasaan kita adalah respons internal terhadap stimulus eksternal. Dengan menyadari perasaan kita sendiri, kita dapat mengomunikasikan dengan lebih baik kebutuhan dan harapan yang kita miliki dengan cara yang konstruktif.

4. Pemenuhan Kebutuhan Bersama

Pemenuhan kebutuhan bersama adalah prinsip dasar dalam NVC. Pendekatan ini menekankan pentingnya mencari solusi yang memuaskan semua pihak yang terlibat dalam sebuah konflik. Dengan berfokus pada kebutuhan bersama, komunikasi damai (NVC) menekankan kolaborasi dan menciptakan ruang untuk solusi yang saling menguntungkan.

5. Ekspresi yang Jelas dan Tulus

Komunikasi damai mendorong kita untuk berkomunikasi dengan jelas dan tulus, melalui penggunaan bahasa yang jelas dan deskriptif, kita dapat menghindari kebingungan dan salah paham.

Selain itu, NVC mengajarkan pentingnya berkomunikasi dengan tulus, yaitu dengan niat yang jujur, tanpa manipulasi atau kepentingan tersembunyi. Setelah memahami konsep dan manfaat NVC, penting untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan NVC dalam kehidupan sehari-hari:

a. Kesadaran Diri

Langkah pertama adalah mengembangkan kesadaran diri yang lebih baik. Sadari perasaan dan kebutuhan sendiri dalam berbagai situasi. Bertanyalah pada diri sendiri tentang apa yang dirasakan dan butuhkan dalam momen tertentu. Ini membantu kita dalam mengenali emosi dan mengenali kebutuhan yang mendasari.

b. Mendengarkan dengan Empati

Praktekkan mendengarkan dengan empati terhadap orang lain. Fokuskan perhatian penuh pada apa yang mereka katakan tanpa menginterupsi atau menilai. Cobalah untuk memahami perspektif mereka, perasaan yang mereka ungkapkan, dan kebutuhan yang mereka sampaikan. Gunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang menunjukkan minat dan perhatian. Hal ini akan membantu kita dalam meningkatkan kemampuan Non Violent Communication NVC.

c. Gunakan Bahasa Deskriptif

Saat berkomunikasi, hindari penilaian atau interpretasi pribadi. Gunakan bahasa yang deskriptif, yang menggambarkan apa yang terjadi secara objektif. Misalnya, “Saya melihat bahwa Anda menyelesaikan tugas dengan cepat” daripada “Anda selalu terburu-buru.” Saat berkomunikasi gunakan bahasa yang jelas dan lugas sampaikan apa yang kita inginkan.

d. Ungkapkan Perasaan dan Kebutuhan

Dalam berkomunikasi, jujurlah tentang perasaan yang sedang dialami. Gunakan kalimat seperti “Saya merasa cemas” atau “Saya merasa senang” untuk mengungkapkan emosi yang dirasakan. Selanjutnya, sampaikan kebutuhan yang mendasari perasaan tersebut. Misalnya, “Saya merasa cemas dan butuh kejelasan tentang situasi ini” atau “Saya merasa senang dan butuh dukungan Anda.”

e. Ajukan Permintaan yang Jelas

Jika kita memiliki kebutuhan atau harapan tertentu, ajukan permintaan yang jelas dan spesifik. Hindari membuat permintaan dalam bentuk permintaan yang samar atau manipulatif. Pastikan permintaan yang kita sampaikan dapat dipenuhi secara sukarela oleh pihak lain.

f. Berlatih Penyelesaian Konflik

Ketika terjadi konflik, gunakan komunikasi damai (NVC) untuk menyelesaikannya dengan damai. Dengarkan semua pihak yang terlibat, mengakui perasaan dan kebutuhan mereka, dan cari solusi yang memuaskan semua pihak. Fokus pada pemenuhan kebutuhan bersama dan jangan memaksakan pendapat atau kehendak pribadi.

g. Terus Berlatih dan Mengembangkan Keterampilan

Implementasi komunikasi damai membutuhkan latihan dan kesabaran. Teruslah berlatih mengenali perasaan dan kebutuhan yang kita miliki, mendengarkan dengan empati, dan mengomunikasikan dengan jelas.

Kita dapat mengambil kursus atau mengikuti pelatihan tentang NVC, membaca buku-buku tentang topik ini, atau bahkan bergabung dengan kelompok dukungan atau praktik NVC di komunitas tempat kita tinggal. Semakin kita melatih dan mengasah keterampilan ini, semakin terampil kita dalam menerapkan NVC dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi Non Kekerasan atau komunikasi damai adalah pendekatan komunikasi yang bertujuan untuk membangun keharmonisan dan mengatasi konflik dengan cara yang menghargai martabat dan kebutuhan semua pihak yang terlibat. Prinsip-prinsip NVC, seperti empati, penghindaran penilaian, bertanggung jawab atas perasaan sendiri, pemenuhan kebutuhan bersama, dan ekspresi yang jelas dan tulus, dapat membawa manfaat signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan komunikasi non kekerasan, kita dapat meningkatkan keharmonisan hubungan, mengatasi konflik dengan damai, meningkatkan kualitas komunikasi, mengurangi kekerasan dan konfrontasi, membangun lingkungan yang menghargai, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan meningkatkan kepemimpinan yang supportif.

Saat ini kita hidup dalam periode yang penuh dengan konflik, sehingga komunikasi damai dapat menjadi sarana yang kuat untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, dan kerjasama. Dengan menerapkan pendekatan ini, kita dapat membangun masyarakat yang lebih damai, inklusif, dan harmonis di mana kebutuhan dan kepentingan setiap orang dihormati dan dihargai.

Ingin Tahu Informasi Lengkap Mengenai Cara Berkomunikasi yang Tepat Sesuai dengan Kepribadian Anda?
Chat Saya via Whatsapp:

konsultasi tarot online

Follow our social media :

Editor: Sahara