fbpx

Tragedi Penusukan Wiranto

Tragedi Penusukan Wiranto
Gambar diambil dari Detik News

Penusukan wiranto yang terjadi pada hari Kamis 10 oktober 2019 pukul 11: 55 Wib cukup mengundang perhatian banyak mata. Kejadian tersebut terjadi ketika Wiranto menghadiri peresmian salah satu gedung kampus Universitas Mathla’ul Anwar, di Purwaraja, Pandeglang, Banten.

Dalam kejadian berdarah teresebut ternyata tidak hanya Wiranto yang terekena luka akibat penyerangan brutal yang dilakukan oleh Syahril Alamsyah dan Fitri Adriana. Salah satu Ajudannya, Kapolsek Menes dan seorang pegawai kampuspun ikut terluka.

Wiranto mengalami dua titik tusukan dalam insiden tersebut, sebelum di bawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) untuk di oprasi, wiranto sempat di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BERKAH.

Sesungguhnya tragedi penusukan ini dapat dianalisa dan diprediksi dengan menggunakan Bazi. Bazi adalah salah satu dari metafisika china yang sudah dipercaya ribuan tahun untuk menganalisa berbagai kemungkinan dalam kehidupan seseorang.

Bagaimana Bazi bisa menganalisa dan memprediksi kejadian tersebut, mari kita simak baik baik penjelasnya.

Tragedi Penusukan Wiranto

Wiranto yang lahir pada 4 April 1947, bershio Babi Api, yang lahir di musim semi serta berelemen diri Air kecil (Gui),mendapatkan banyak clash pada tanggal 10 oktober 2019 pukul 11:55 wib.

Clash tersebut bernama Liu Hai (Harm). Liu Hai atau Harm biasanya menyerang sisi psikologis seseorang sehingga merasa tersakiti dan terhianati. Liu Hai adalah masalah yang datangnya mengendap endap dan susah untuk diprediksi dan dihindari.

Liu Hai yang pertama terjadi pada shio tahun kelahiran dengan Luck Pilar 10 tahunan yang terjadi mulai tahun 2016 sampai 2026 antara Monyet dan Babi.

Liu Hai ke dua terjadi pada bulan lahir ,yaitu bulan kelinci dan hari terjadinya peristiwa penusukan yaitu hari Naga.

Liu Hai ke tiga terjadi antara hari lahir, yaitu hari Kerbau dengan jam terjadinya penusukan yaitu jam Kuda.

Tiga Liu Hai ini saja sudah cukup membuat seseorang kurang beruntung, tetapi belum cukup untuk menganalisa terjadinya tragedi penusukan Wiranto.

Pada Tahun 2019 Wiranto mendapatkan bintang yang disebut Blood Knife , Blood Knife adalah sebuah bintang yang membawa luka berdarah. Luka oprasi, kecelakaan, ataupun luka yang ditimbulkan oleh senjata tajam.

Ketika seseorang mendapatkan bintang Blood Knife memang seharusnya berharhati hati dalam melakukan aktifitasnya, karena bahaya bisa mengancam dimana saja.

Untuk mengetahui peruntungan kehidupan Anda, Anda dapat berkonsultasi Langsung dengan Jeng Bella.

Jeng Bella akan menganalisa peruntungan Anda dengan metode Bazi , Tarot, ZWDS, Lenormand, dan Numerology

Tragedi Penusukan Wiranto

Jeng Bella adalah layanan konsultasi Berbayar dan tidak melayani konsultasi seacara gratis.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on pocket
Share on email
Share on whatsapp
Share on print